Kenali Penyakit: Epididimitis

Epididimitis adalah peradangan pada epididimis. Organ yang terletak di belakang testis ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma matang dan penyaluran sperma. Saat mengalami epididimitis, saluran tersebut menjadi bengkak sehingga menimbulkan nyeri.

Gejala Epididimitis

Beberapa gejala dari epididimitis ialah skrotum bengkak, hangat, dan nyeri saat disentuh, terdapat darah pada cairan sperma. sering ingin buang air kecil, terasa nyeri, dan selalu merasa tidak tuntas, nyeri saat ejakulasi atau berhubungan seksual, rasa tidak nyaman atau nyeri pada perut bagian bawah atau sekitar panggul, pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha dan demam.

Diagnosis Epididimitis

Pasien dapat terindikasi menderita epididimitis oleh dokter berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik, terutama jika ditemukan adanya pembengkakan di sekitar testis. Untuk mengetahui penyebab epididimitis, dokter akan menganjurkan beberapa jenis pemeriksaan, seperti tes sampel cairan, tes darah dan urine, USG, dan pemeriksaan colok dubur.

Jenis Epididimitis

Berdasarkan timbulnya nyeri, epididimitis dibedakan menjadi epididimitis akut dan kronik. Epididimitis akut ialah epididimitis yang waktu timbulnya nyeri dan bengkak hanya dalam beberapa hari. Epididimis yang meradang akut akan terasa nyeri dan membengkak serta mungkin sulit dibedakan dan testis. Skrotum dapat memerah dan vas deferens meradang.

Sedangkan pada Epididimitis kronik butuh sekitar enam minggu untuk timbulnya nyeri dan peradangan disertai dengan skrotum yang menonjol dan memerah. Peradangan menyebabkan pembesaran epididimis yang keras, terkadang nyeri, dan vas deferens yang menebal atau berbenjol-benjol.

Pengobatan Epididimitis

Kebanyakan masyarakat tidak mengetahui apabila seseorang terjangkit penyakit Epididimitis, karena kurangnya pengetahuan mengenai penyakit Epididimitis dan masyarakat juga tidak mau pergi ke dokter untuk memeriksakan keadaan mereka karena tempat yang jauh dan juga biaya yang relatif mahal.

Tujuan terapi epididimitis ialah menyembuhkan infeksi dan mengurangi kelanjutan penyakit. Salah satu terapi utama epididimitis dilakukan lewat pemberian antibiotik yang cukup. Beberapa pilihan antibiotik yang dapat digunakan adalah levofloxacin dan ceftriaxon. Selain itu, untuk meredakan rasa sakit yang timbul akibat penyakit ini dapat digunakan obat pereda nyeri, contohnya adalah paracetamolatau ibuprofen.

Selain dengan obat, pasien bisa beristirahat dengan berbaring selama dua sampai tiga hari biasanya diperlukan untuk mencegah regangan berlebihan pada skrotum. Pembengkakan dan nyeri skrotum dapat dikurangi dengan pemberian kompres es dan analgetik.

Pada kasus epididimitis yang tidak berhasil diatasi dengan obat, dokter akan menyarankan operasi. Prosedur ini dapat dilakukan jika telah timbul nanah di dalam epididim. Pada kasus lain yang lebih parah, pasien terpaksa harus menjalani epididimektomi atau operasi pengangkatan saluran epididimis.

Pencegahan Epididimitis

Epididimitis dapat dicegah dengan menghindari perilaku berisiko, seperti seks bebas. Selain itu penting untuk selalu menjaga kebersihan daerah urogenital atau alat kelamin.

Sumber :

Bickley, L., & Szilagyi, P. G. (2012). Bates’ guide to physical examination and history-taking. Lippincott Williams & Wilkins.

Buyukcangaz, E., Demirer, A. A., Erdenlig, S., & Misirlioglu, S. D. (2013). Epididymitis and orchitis caused by Brucella melitensis biovar 3 in a Merino ram. Turkish Journal of Veterinary and Animal Sciences37(3), 358-361.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online