Kenali Penyakit: Ensefalopati

Ensefalopati adalah suatu penyakit kerusakan pada fungsi otak menyeluruh yang dapat bersifat akut atau kronik, maupun progresif. Ensefalopati dapat disebabkan oleh agen infeksi (virus, bakteri, atau prion), disfungsi metabolik, tumor otak atau peningkatan tekanan di tengkorak, kontak yang terlalu lama dengan elemen toksik (seperti obat-obatan, pelarut, cat, radiasi dan bahan-bahan kimia tertentu). Beberapa jenis ensefalopati berdasarkan penyebabnya yaitu:

  1. Ensefalopati akibat kelainan fungsi hati (Ensefalopati hepatik)
  2. Ensefalopati akibat kekurangan oksigen pada otak (Ensefalopati hipoksia)
  3. Ensefalopati akibat gangguan fungsi ginjal (Ensefalopati uremik)
  4. Ensefalopati akibat penyakit tekanan darah tinggi yang kronis (Ensefalopati hipertensi)
  5. Ensefalopati akibat bakteri Salmonella penyebab sakit tipus (Ensefalopati Salmonella)
  6. Ensefalopati akibat tubuh kekurangan vitamin B1 (zat tiamin), biasanya pada orang yang keracunan alkohol (Ensefalopati Wernicke)
  7. Ensefalopati akibat kondisi kelanjutan koma dan tidak berfungsinya batang otak (Ensefalopati Brain Death).

Meskipun penyebabnya sangat beragam, salah satu yang menjadi ciri khas pasien ensefalopati adalah perubahan kondisi mental. Perubahan kondisi mental dari kecil dan berkembang secara perlahan selama beberapa tahun. Tergantung pada jenis dan tingkat keparahan ensefalopati, gejala neurologis yang umum adalah hilangnya memori dan kemampuan kognitif secara progresif, perubahan kepribadian, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, lesu, dan hilangnya kesadaran secara progresif. Gejala neurologis lainnya yaitu, mioklonus (kedutan otot atau kelompok otot yang tidak disengaja), nistagmus (gerakan mata yang cepat dan tidak disengaja), tremor, atrofi dan kelemahan otot, demensia, kejang, dan kehilangan kemampuan untuk berbicara atau menelan.

Pengobatan ensefalopati sangat beragam dengan melihat penyebab utama dari gejala pada pasien. Langkah awal dalam pengobatan ensefalopati yaitu memahami penyebab dasar dan dengan membuat skema pengobatan untuk menghilangkan atau mengurangi penyebabnya. Pemeriksaan darah, pemeriksaan cairan tulang belakang, elektroensefalogram, EEG, dan brain imaging (Computerized tomography scan (CT scan), Magnetic Resonance Imaging (MRI)) dapat digunakan untuk membedakan berbagai penyebab dari ensefalopati. Namun pada prinsipnya penatalaksanaan pasien dengan ensefalopati yang pertama adalah primary survey ABCDE (A: airway (jalan napas), B: Breathing (pernafasan), C: Circulation (sirkulasi), D: Disability (kesadaran) dan E: exposure). Jika airway pasien mengalami gangguan, intubasi endotrakeal dapat dipertimbangkan oleh dokter untuk dilakukan. Pemeriksaan tanda vital, monitor peninggian tekanan intrakranial, mengatasi edema serebral, mencegah dan mengendalikan kejang, pasien harus dirawat dan mempunyai akses ke unit perawatan intensif.

Daftar Pustaka

Adam R.D., Victor M., Ropper A.H., 2005. Principles of Neurology (8th Ed). Cerebrovascular Disease. New York:McGraw Hill.

Mark Mumenthaler, M.D., Heinrich Mattle, M.D. Fundamental of Neurology, 1st edition 2006.

Sherwood, L. Sistem Saraf Pusat. Patofisologi tubuh manusia. Jakarta: EGC.

Tursinawati, Y. Tajally, A. Kartikadewi, A. 2015. Sistem Syaraf. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online