Kenali Penyakit: Emfisema Paru

Emfisema paru adalah salah satu jenis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang melibatkan kerusakan pada kantung udara (alveoli) di paru-paru. Emfisema berasal dari bahasa Yunani, emphysaein yang memiliki arti mengembang-mengembang. Definisi emfisema paru adalah pelebaran abnormal menetap ruang udara dan disertai kerusakan dinding alveoli. Emfisema disebabkan oleh hilangnya elastisitas alveolus. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas ini. Pada emfisema terjadi distensi rongga udara di sebelah distal bronkiolus terminalis dengan disertai destruksi septum alveolaris.

Terdapat beberapa faktor risiko penyebab emfisema diantaranya polusi udara dan faktor genetik. Polusi udara didapatkan dari merokok, paparan debu, sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2) dan gas beracun lainnya. Kebiasaan merokok merupakan faktor risiko utama pada emfisema. Pajanan asap rokok menyebabkan peningkatan sel inflamasi di paru-paru. Pajanan rokok yang berkelanjutan menyebabkan peningkatan ekspresi makrofag paru pada matriks metalloproteinases (MMP) yang pada akhirnya memproduksi sitokin pro-inflamasi. Sedangkan faktor genetik yang dapat menyebabkan emfisema adalah defisiensi alfa-1 antitripsin yang merupakan penghambat utama protease serin dalam sirkulasi. Pasien dengan α1- antitripsin varian Z bentuk homozigot (ZZ) mempunyai risiko sangat tinggi terhadap perkembangan emfisema pada usia muda jika mereka merokok sementara yang tidak merokok terjadi penurunan faal paru dengan cepat.

Gejala umum emfisema paru adalah dispneu atau sesak nafas yang biasanya diiringi dengan rasa nyeri pada dada. Sesak nafas tersebut memiliki permulaan penyakit yang dapat membahayakan nyawa. Gejala lain dari emfisema paru dapat berupa batuk kronis yang berdurasi lama, mengi atau wheezing yaitu suara siulan bernada tinggi yang muncul saat bernapas, serta peningkatan nafas pendek dan cepat. Gejala-gejala tersebut juga dapat diperburuk apabila terdapat infeksi pernafasan.

Setiap pengobatan emfisema paru harus spesifik terhadap setiap pasien, karena tingkat keparahan dari gejala dan keterbatasan aliran udara dipengaruhi oleh banyak faktor. Emfisema paru tidak dapat disembuhkan secara sepenuhnya. Akan tetapi, Beberapa hal dapat dilakukan untuk meningkatkan kelangsungan hidup pasien serta mengurangi gejala yang dialami. Hal tersebut dapat berupa perubahan pola hidup, terapi, bahkan operasi paru-paru. Pasien yang mengalami emfisema paru disarankan merubah pola hidup dengan berhenti merokok serta menghindari paparan asap rokok dan paparan polusi udara di kehidupan sehari-hari. Pasien juga sebaiknya berolahraga secara rutin dengan mengonsumsi makanan diet yang telah disarankan oleh dokter.

Selain itu, Terapi farmakologis dapat dilakukan untuk mengurangi gejala, mengurangi keparahan eksaserbasi dan meningkatkan status kesehatan. Untuk manajemen eksaserbasi dapat dilakukan dengan oksigen, bronkodilator, kortikosteroid sistemik dan mengonsumsi antibiotik. Terapi oksigen juga dapat meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien dengan emfisema berat. Pada emfisema berat, oksigen diberikan sedikitnya 16 jam per hari, dengan 24 jam lebih baik.

Referensi

Jonathan, S., Damayanti, T., & Antariksa, B., 2019. Pathophysiology of Emphysema. Jurnal Respirologi Indonesia, 39(1), 60-69.

Oktaria, D., & Ningrum, M. S., 2017. Pengaruh Merokok dan Defisiensi Alfa-1 Antitripsin Terhadap Progresivitas Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan Emfisema. Jurnal Majority, 6(2), 43-49.

Putra, W., & IDM, A., 2007. Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Ilmu Penyakit Dalam FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar, 1-16.

UTAMI, M. I. B., 2012. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Ny. M Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di Irna Bougenvil Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas . Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online