Kenali Penyakit: Dislokasi Sendi Ekstremitas

Dislokasi merupakan adanya cedera yang terjadi pada sendi dimana ujung tulang pada sendi tersebut lepas dari posisi yang normal. Hal ini biasanya sering terjadi pada bahu dan jari, lokasi lain meliputi siku, lutut maupun pinggul. Dislokasi pada sendi besar erat kaitannya dengan adanya cedera pada jaringan saraf dan pembuluh darah di sekitarnya (Bucholz et al., 2006). Dislokasi adalah salah satu kasus kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan dengan segera. Dislokasi biasanya terjadi pada sendi kecil yang dapat segera dilakukan reposisi tanpa memerlukan anastesi, misalnya : dislokasi siku, dislokasi bahu, dislokasi jari. Sedangkan dislokasi sendi besar memerlukan anastesi umum, misalnya : pada sendi panggul. (Reksoprodjo)

Apabila sebuah sendi pernah mengalami dislokasi, maka ligament pada sendi tersebut akan kendor, sehingga sendi tersebut mudah mengalami dislokasi kembali (dislokasi habitualis). Penanganan yang dapat dilakukan pada saat terjadi dislokasi adalah segera menarik persendian tersebut dengan sumbu memanjang.

Ada banyak kejadian dislokasi sendi ekstremitas yaitu contohnya pada sendi bahu,  siku, pergelangan tangan, panggul ,lutut,dan pergelangan kaki. Dislokasi sendi pada ekstremitas bawah biasanya yang paling sering terjadi adalah pada sendi lutut. Hal ini disebabkan oleh kejadian traumatik (seringkali akibat terputar dan juga pukulan langsung) ke lutut. Dislokasi pada sendi lutut biasanya terjadi pada trauma yang berat , yang langsung mengenai sendi lutut.

Foto sinar-X biasanya digunakan sebagai memperjelas diagnosis, juga memperlihatkan bahwa apakah ada luka tulang yang menyebabkan dan mempengaruhi stabilitas sendi yaitu misalnya dislokasi fraktur. Sendi yang biasanya dicurigai sebagai sendi yang terjadi dislokasi dapat kita periksa juga cek dengan menekannya, jika terjadi dislokasi pada lokasi tersebut pasien akan merasakan rasa nyeri menetap yang tidak tertahankan lebih jauh.

Gejala Dislokasi :

  1. Sendi bengkak dan memar
  2. Sakit dan nyeri pada sendi
  3. Bentuk sendi menjadi tidak normal

Penatalaksanaan

Dislokasi harus segara untuk direposisi secepatnya yaitu anestesi umum dan muscle relaxant yang diperlukan. Lalu, sendi kemudian diistirahatkan atau diimobilisasi hinffa pembengkakan jaringan lunak berkurang, biasanya selama setelah 2 minggu. Latihan gerakan terkontrol dimulai dengan penguatan fungsi kemudian bertahap berkembang dengan monitor fisioterapi. Biasanya rekonstruksi bedah dibutuhkan untuk kondisi ketidakstabilan sendi yang masih tersisa.

DAFTAR PUSTAKA

US Pratama, E Rahadiansyah. GAWAT DARURAT MEDIS BEDAH. Departemen/KSM Orthopaedi dan Traumatologi/KSM Bedah Rumah Sakit Universitas Airlangga
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

2019. Buku Pedoman Keterampilan Klinis Semester 6. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Setiawa,Arif. 2011.Faktor Timbulnya Cedera Olahraga. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online