Kenali Penyakit: Dislipidemia pada Anak

  1. Pendahuluan

Dislipidemia dapat diartikan sebagai kondisi kelainan atau abnormalitas jumlah lipid (lemak/ kolesterol) dalam darah. Sebenarnya, kolesterol adalah lemak yang bermanfaat bagi tubuh. Senyawa ini disintesis di berbagai jaringan dan berfungsi dalam produksi sel, vitamin, dan hormon. Sekitar separuh kolesterol dalam tubuh berasal dari proses sintesis di jaringan terutama hati, sedangkan sisanya didapat dari makanan. Makanan yang mengandung kolesterol seperti daging, hati, otak, minyak goreng, dan kuning telur. Ada beberapa jenis lipid dalam darah yang perlu kita ketahui, yaitu LDL atau biasa disebut “kolesterol jahat”, HDL atau “kolesterol baik”, dan trigliserida. Mengapa disebut “jahat” dan “baik”? Hal itu berkaitan dengan perannya di dalam tubuh. LDL (low-density lipoprotein) merupakan seyawa yang berperan untuk membawa kolesterol dari hati menuju ke seluruh tubuh. Sedangkan HDL (high-density lipoprotein) berperan sebaliknya, yaitu mengangkut kolesterol dari seluruh tubuh menjauh dari arteri menuju ke hati. Umumnya, orang-orang berfikir bahwa abnormalitas kadar kolesterol sebagai kondisi yang hanya memengaruhi orang dewasa. Namun, hal ini juga dapat terjadi dan menyebabkan masalah pada anak-anak, termasuk penyakit jantung dan bahkan stroke.

  • Faktor Risiko

Ada berbagai hal yang dapat menjadi faktor resiko dislipidemia, seperti pola makan atau kondisi kesehatan tertentu.

  1. Pola makan
  2. Kegemukan
  3. Diabetes
  4. Riwayat keluarga penyakit jantung dini, yaitu 55 tahun atau lebih muda untuk pria dan 65 tahun atau lebih muda untuk wanita
  5. Riwayat kolesterol tinggi pada orang tua
  • Gejala dan Tanda

Anak-anak biasanya tidak memiliki gejala kondisi ketidaknormalan kadar kolesterol, Untuk mengetahuinya, seorang anak harus memeriksakan kadar kolesterol darahnya secara rutin, terutama jika mereka memiliki faktor risiko. Berikut adalah acuan kadar kolesterol yang sehat untuk anak usia 0–19 tahun.

  • Pengobatan dan Pencegahan

Perubahan gaya hidup adalah pengobatan sekaligus pencegahan utama bagi dislipidemia pada anak. Perubahan tersebut antara lain:

  1. Menjadi lebih aktif dengan memperbanyak aktivitas yang bermanfaat seperti berolahraga dan mengurangi waktu untuk duduk, seperti di depan komputer, di depan TV, dan di depan ponsel atau tablet.
  2. Mengatur pola makan sehat dengan membatasi makanan yang tinggi lemak jenuh, gula, dan lemak trans, serta rutin makan banyak buah-buahan segar, sayuran, dan biji-bijian.
  3. Menurunkan berat badan bagi anak yang mengalami kelebihan berat badan atau kegemukan.
  4. Mencegah merokok.
  • Sumber

Armstrong, M. (2021). High Cholesterol in children: Causes, treatment, and More. Medical News Today. Available at: https://www.medicalnewstoday.com/articles/high-cholesterol-in-children. [Accessed 31 Aug. 2021].

Hall, J.E. (2016). Guyton and Hall textbook of medical physiology. 13th ed. Philadelphia, Pa: Elsevier.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (2014). Diagnosis dan Tata Laksana Sindrom Metabolik pada Anak dan Remaja. Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (2013). Pedoman Tatalaksana Dislipidemia. Centra Communications.

Rodwell, et al. 2015. Harper’s Illustrated Biochemistry. 30th Ed. New York: The McGraw-Hill Education.

Medlineplus.gov. (2019). High Cholesterol in Children and Teens. [online] Available at: https://medlineplus.gov/highcholesterolinchildrenandteens.html.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online