Kenali Penyakit: Diplopia binokular

Apa itu Diplopia binokular?

Diplopia atau disebut juga penglihatan ganda adalah gangguan penglihatan di mana seseorang melihat 2 gambar dari satu objek yang berdekatan. Dalam beberapa kasus, penglihatan pasien dapat membaik saat menjauhi atau mendekatkan objek, menambah pencahayaan, dan menyipitkan mata. Diplopia dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Diplopia monokular: gangguan penglihatan ganda yang terjadi hanya pada satu mata dan terus berlanjut bahkan saat mata yang normal ditutup.
  2. Diplopia binokular: gangguan penglihatan ganda yang terjadi saat kedua mata terbuka dan dapat dikoreksi dengan menutup salah satu mata.

Apa Penyebab Diplopia binokular?

            Penyebab utama dari Diplopia binokular adalah  adanya ketidaksejajaran aksis visual. Sedangkan diplopia monokular umumnya disebabkan oleh patologi intraokiular. Beberapa kondisi yang bisa menjadi faktor penyebab Diplopia binokular diantaranya:

  1. Mata Juling (Strabismus)

Mata juling adalah kondisi dimana otot mata tidak bekerja dengan teoat sehingga kedua bola mata bergerak ke arah yang berbeda. Hal ini disebabkan kerusakan pada saraf yang mengendalikan otot ekstraokular. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak.

  • Diabetes

Diabetes dapat mempengaruhi pembuluh darah yang memasok retina di belakang mata dan saraf yang mengontrol pergerakan mata.

  • Myasthenia gravis

Myasthenia gravis adalah penyakit neuromuskular kronis yang menyebabkan otot-otot menjadi lemah dan mudah lelah. Kelemahan otot mata memicu terjadinya gangguan penglihatan, tak terkecuali Diplopia binokular.

  • Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah gangguan sistem imun yang menyebabkan hipertiriodisme, yaitu kelebihan produksi hormon tiroid.

  • Trauma pada otot mata

Trauma pada otot mata dapat menyebabkan otot rongga mata terluka, hal ini bisa menjadi pemicu terjadinya Diplopia binokular.

  • Kondisi lainnya yang mempengaruhi saraf

Kondisi seperti stoke, tumor otak, dan multiple sclerosis dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang memasok otak atau saraf yang mengendalikan otot mata. Hal ini bisa memicu terjadinya diplopia.

Bagaimana tanda dan Gejala dari Diplopia binokular?

            Gejala diplopia biasanya tergantung dengan penyebab utamanya. Gejala umum yang biasa terjadi adalah kondisi melihat 1 objek menjadi ganda, tampak berdekatan satu sama lain. Kondisi ini juga disertai dengan gejala lain seperti pandangan kabur dan pusing. Gejala lain yang bisa muncul akibat diplopua antara lain:

  1. Rasa sakit saat menggerakkan mata
  2. Nyeri di sekitar area mata
  3. Mual
  4. Kelopak mata berlekuk

Cara Mengatasi Diplopia

            Jika diplopia hanya terjadi sementara, biasanya hal ini merupakan efek dari minum alkohol, konsumsi obat-obatan tertentu, kelelahan atau cidera kepala ringan. Namun, jika penglihatan tidak kunjung kembali normal, sebaiknya segera cari bantuan medis. Penatalaksanaan diplopia harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Misalnya dengan menggunakan kacamata pada astigmatisme, ataupun operasi jika diplopia disebabkan oleh katarak. Beberapa perawatan umum yang dilakukan untuk mengatasi diplopia antara lain:

  1. Lensa korektif sesuai dengan yang dibutuhkan
  2. Eye patch  (penutup mata) untuk membantu mengendalikan penglihatan ganda sementara
  3. Fisioterapi dengan melakukan latihan otot mata
  4. Pembedahan

REFRENSI

Najem K, Margolin E. Diplopia. 2021. In: StatPearls . Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Diakses di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441905

Ilyas S, Yulianti SR. 2015. Ilmu penyakit mata, edisi 4. Jakarta:Badan Penerbit FKUI

Seltman, W. 2020. Diplopia (Double Vision). WebMD Medical Reference. Diakses di: https://www.webmd.com/eye-health/double-vision-diplopia-causes-symptoms-diagnosis-treatment#1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online