Kenali Penyakit: Diabetes Melitus Tipe-1

Diabetes melitus merupakan suatu penyakit gangguan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak akibat sekresi insulin yang tidak cukup atau adanya resistensi insulin di sel tubuh. Secara umum, diabetes melitus dibagi menjadi 2 tipe yaitu diabetes melitus tipe-1 dan diabetes melitus tipe-2. Berbeda dengan diabetes melitus tipe-2 yang terjadi akibat penurunan sensitivitas jaringan target terhadap efek metabolik insulin, diabetes melitus tipe-1 terjadi karena kurangnya insulin yang diproduksi oleh tubuh sehingga menyebabkan konsentrasi gula darah meningkat. Di beberapa negara barat, kasus diabetes melitus tipe-1 mencakup 5-10% dari total kasus diabetes melitus yang terjadi di negara masing-masing. DM tipe-1 dapat terjadi pada semua usia, tetapi umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak. Berdasarkan data registri nasional DM tipe-1 pada anak dari PP IDAI hingga tahun 2014 tercatat terdapat 1021 dengan 2 puncak insidens yaitu pada usia 5-6 tahun dan 11 tahun. Diabetes melitus termasuk dalam penyakit kronis yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan secara total. Namun, jika mendapat pengobatan dan penanganan yang tepat, penderita diabetes melitus dapat memiliki kualitas hidup yang sepadan dengan orang normal.

  1. Penyebab Diabetes Melitus Tipe-1

Diabetes melitus tipe-1 disebabkan oleh adanya kerusakan sel beta pankreas yang berfungsi dalam memproduksi insulin. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kerusakan sel beta pankreas tersebut, diantaranya faktor lingkungan, keturunan, dan imun tubuh. Faktor lingkungan meliputi infeksi virus dan diet.  Beberapa infeksi virus seperti virus rubella yang menyebabkan penyakit campak dapat merusak sel beta pankreas pada banyak pasien diabetes melitus tipe 1.  Faktor keterunan memiliki peran penting dalam menentukan kerentanan sel-sel beta pankreas terhadap gangguan-gangguan tersebut. Faktor keturunan memungkinan terjadinya kerusakan sel beta tanpa perlu adanya gangguan virus ataupun gangguan imunitas tubuh. 

Rusaknya sel beta pankreas menyebabkan proses produksi insulin berkurang bahkan terhenti . Hal ini berakibat pada terganggunya proses metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein.  Penggunaan dan pengambilan glukosa oleh sebagian besar sel-sel tubuh yang seharusnya diatur oleh insulin menjadi tidak efisien dan pada akhirnya mengakibatkan glukosa menumpuk di dalam darah. Dengan begitu, konsentrasi gula darah akan meningkat, penggunaan glukosa oleh sel tubuh menjadi sangat berkurang, serta penggunakan lemak dan protein menjadi meningkat.

  • Gejala Diabetes Melitus Tipe-1

Diabetes melitus tipe-1 dapat terjadi secara tiba-tiba dalam waktu beberapa hari atau minggu. Gejala utama pada pasien DM tipe-1 adalah kadar gula darah yang tinggi.

Selain gejala utama, terdapat gejala lain yang menyertai seperti sering buang air kecil terutama pada malam hari, rasa lapar dan haus yang berlebihan, peningkatan nafsu makan lebih dari biasanya, serta penurunan berat badan. Gejala lainnya yang juga mungkin timbul adalah tubuh lemas, mudah kesemutan, luka yang sulit sembuh, pandangan kabur, dan gangguan perilaku.

  • Pengobatan Diabetes Melitus Tipe-1

Pengobatan diabetes tipe 1 dilakukan untuk menormalkan kadar gula darah pasien dan mencegah terjadinya komplikasi. Pengobatan DM tipe-1 dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Pemberian Insulin.

Pemberian Insulin bertujuan untuk menjamin kadar insulin yang cukup di dalam darah sebagai koreksi dari kurang kadar insulin yang diproduksi sel beta pankreas. Dosin pemberian insulin tergantung pada umur, berat badan, lama menderita, fase diabetes, dan aktivitas harian pasien

  • Pengaturan Makanan.

Penderita DM Tipe-1 dianjurkan untuk mengkonsumi makanan yang rendah gula, berserat tinggi dan banyak mengkonsumsi air putih. Mereka juga dianjurkan untuk memperhitungkan asupan kalori dan gram karbohidrat yang dikonsumsi.

  • Olahraga.

Penderita DM Tipe-1 dianjurkan untuk melakukan olahraga seperti senam, jogging, berenang, dan naik sepeda yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan metabolisme sel dan melancarkan sirkulasi darah. Perlu diperhatikan bahwa intensitas olahraga tidak boleh berlebihan dan harus sesuai dengan dosis insulin yang dikonsumsi.

Referensi:

Hall JE. Guyton and Hall Textbook of Medical Physiology. 13th ed. Philadelphia (PA): Elsevier.

Kurniyanto dan Yunus Tanggo. 2012. Diabetes Melitus Tipe 1 pada Orang Dewasa. Majalah Kedokteran FK UKI. 28(4).

Nugroho, Sigit. 2012. Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus Melalui Olahraga. Jurnal Medikora. 9(1)

Pulungan, Aman B dkk. 2019. Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak: Situasi di Indonesia dan Tata Laksana. Seri Pediatri. 20(60).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online