Kenali Penyakit: Diabetes Insipidus

Pernahkah kalian mendengar tentang penyakit diabetes insipidus? Diabetes insipidus merupakan suatu penyakit langka atau yang sangat jarang terjadi pada manusia. Penderita nya hanya terjadi pada 1: 25000  orang dari populasi penduduk dunia. Penyakit ini bisa menyerang pria maupun wanita serta tanpa pandang umur. Penyebab utama dari diabetes insipidus yakni adanya pengurangan respon terhadap produksi salah satu hormone di tubuh kita yakni hormon antidiuretic (ADH) yang nantinya akan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh. Hormon ADH adalah salah satu hormon yang mengatur Keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini antara lain :

  1. Pengeluaran air seni yang berlebihan dan sangat encer
  2. Haus yang berlebihan
  3. Serta keinginan untuk meminum air dingin terus menerus

Pada diabetes indsipidus, terbagi menjadi beberapa jenis yakni Diabetes Insipidus Sentral dan Diabetes Insipidus Nefrogenik

  1. Diabetes Insipidus Sentral

Penyebab nya yakni karena adanya suatu malformasi pada bagian otak yakni hypothalamus sehingga berakibat terganggu nya pembentukan dan kekurangan pada hormon ADH. Jenis ini merupakan salah satu penyebab yang paling umum atau sering terjadi pada orang penderita penyakit diabetes insipidus

  • Diabetes Insipidus Nefrogenik

Pada jenis ini, hormon ADH sangat mencukupi pada tubuh. Namun, terjadi pengurangan respon pada bagian ginjal yakni nefron distal terhadap hormon antidiuretic (ADH) tersebut. Diabetes insipidus nefrogenik disebabkan karena beberapa faktor yaitu, dari berbagai pengonsumsian obat-obatan seperti lithium, antibiotik, dan sebagainya.

Pengobatan diabetes insipidus dapat dilakukan dengan cara terapi desmopressin atau DDAVP sesuai dengan dosis yang telah ditentukan atau bisa dengan opsi diet rendah garam dan protein, diuretik thiazide, klorpropamida, karbamazepin, dan obat anti-inflamasi non steroid (NSAID).

Apabila diabetes insipidus dibiarkan tanpa pengobatan, maka akan terjadi komplikasi pada tubuh diantara nya dehidrasi kronik, takhikardi, gangguan pada ginjal dan otak, sakit kepala, serta hipotensi.

Daftar Pustaka

Hui, Channing. “Diabetes Insipidus.” StatPearls [Internet]. June 16, 2021. Accessed September 02, 2021. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470458/.

Guerrero-Pérez F, Marengo AP, Vidal N, Iglesias P, Villabona C. Primary tumors of the posterior pituitary: A systematic review. Rev Endocr Metab Disord. 2019 Jun;20(2):219-238. [PubMed]

Calina D, Docea AO, Golokhvast KS, Sifakis S, Tsatsakis A, Makrigiannakis A. Management of Endocrinopathies in Pregnancy: A Review of Current Evidence. Int J Environ Res Public Health. 2019 Mar 04;16(5) [PMC free article] [PubMed]

Hunter JD, Calikoglu AS. Etiological and clinical characteristics of central diabetes insipidus in children: a single center experience. Int J Pediatr Endocrinol. 2016;2016:3. [PMC free article] [PubMed]

Arambewela MH, Somasundaram NP, Garusinghe C. Extreme hypernatremia as a probable cause of fatal arrhythmia: a case report. J Med Case Rep. 2016 Oct 01;10(1):272. [PMC free article] [PubMed]

Lamas C, del Pozo C, Villabona C., Neuroendocrinology Group of the SEEN. Clinical guidelines for management of diabetes insipidus and syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion after pituitary surgery. Endocrinol Nutr. 2014 Apr;61(4):e15-24. [PubMed]

Tabibzadeh N, Vrtovsnik F, Serrano F, Vidal-Petiot E, Flamant M. [Chronic metabolic and renal disorders related to lithium salts treatment]. Rev Med Interne. 2019 Sep;40(9):599-608. [PubMed]

Ranieri M, Di Mise A, Tamma G, Valenti G. Vasopressin-aquaporin-2 pathway: recent advances in understanding water balance disorders. F1000Res. 2019;8 [PMC free article] [PubMed]

Mutter CM;Smith T;Menze O;Zakharia M;Nguyen H;. “Diabetes Insipidus: Pathogenesis, Diagnosis, and Clinical Management.” Cureus. Accessed September 02, 2021. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/33786230/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online