Kenali Penyakit: Defisiensi Vitamin

Vitamin adalah nutrisi yang penting dalam berbagai proses biokimiawi sehingga sangat diperlukan oleh manusia. Vitamin harus dipasok dari makanan yang dikonsumsi manusia karena umumnya vitamin tidak disintesis didalam tubuh manusia. Dalam klasifikasi vitamin, ada vitamin yang larut di dalam air dan juga ada juga yang larut di dalam lemak. Vitamin yang larut di dalam air adalah vitamin B kompleks dan vitamin C. Sedangkan vitamin yang tidak larut dalam air namun larut di dalam lemak adalah vitamin A,D,E,K. Jika jumlah vitamin yang larut di dalam air berlebih maka akan dikeluarkan melalui urin sehingga tidak akan terjadi keadaan toksisitas pada tubuh manusia.

Defisiensi adalah keadaan saat manusia mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam kadar yang sedikit sehingga tidak mencapai kadar ideal. Defisiensi vitamin adalah masalah kesehatan yang cukup serius sehingga membuat tubuh tidak dapat mencapai fungsi tubuh yang normal akibat gagal memenuhi kebutuhan tubuh yang dapat menyebabkan manusia mudah terserang berbagai macam penyakit. Defisiensi setiap vitamin tidaklah sama dan dapat dibedakan berdarkan ciri, penyebab dan juga faktor resikonya tesendiri.

Seperti pada defisiensi vitamin A yang paling sering pada manusia dapat terjadi karena kurangnya asupan vitamin A yang terkandung dalam sayuran dan buah serta dapat pula terjadi akibat malfungsi mekanisme seluler yang terjadi pada tubuh. Defisiensi vitamin A juga dapat menyebabkan masalah terutama pada mata seperti Rabun senja, Kerusakan jaringan atau bahkan salah satu penyebab kebutaan. Defisiensi vitamin A dapat dicegah dengan mengonsumsi sayuran dan buah serta pada bayi harus diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan untuk mencukupi kadar vitamin A yang dibutuhkan.

Defisiensi vitamin D  dapat disebabkan oleh berbagai kondisi penyakit, alergi, usia, berat badan berlebih dan warna kulit yang gelap. Menjalani pola makan vegetarian dan konsumsi obat obatan tertentu juga dapat menyebabkan Defisiensi vitamin D. Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan masalah dan penyakit seperti penyakit Rakhitis pada anak anak dan juga dapat menyebabkan osteomalasia serta masalah tulang lain pada orang dewasa. Defisiensi vitamin D dapat dicegah dengan mencukupi asupan vitamin D seperti Kuning telur, lemak ikan dan Hati.

Defisiensi vitamin E dapat disebabkan oleh gangguan penyerapan lemak biasanya terjadi pada kondisi diet rendah lemak sehingga lemak yang dibutuhkan vitamin E untuk larut tidak tercukupi. Bayi yang terlahir prematur juga sangat beresiko mengalami defisiensi vitamin E sehingga beresiko tinggi mengalami anemia hemolitik pada bayi prematur. Orang yang mengalami defisiensi vitamin E  biasanya mengalami masalah pada otot dan gejala neurologi. Defisiensi vitamin E yang parah dan tidak ditangani dapat menyebabkan masalah seperti infeksi, gangguan irama jantung, kebutaan bahkan Demensia. Sumber vitamin E yang baik diantaranya Benih gandum, minyak biji bunga matahari, minyak jagung serta kedelai.

Defisiensi vitamin K paling sering terjadi akibat malabsorbsi lemak, karena vitamin K memerlukan lemak dalam proses penyerapannya didalam tubuh. Pada bayi baru lahir akan terjadi peningkatan resiko karena vitamin K tidak ditransfer dari plasenta ibu, kadar vitamin K yang rendah pada ASI serta hepar yang belum menggunakan vitamin K secara efektif. Gejala yang menandakan defisiensi vitamin K adalah pendarahan yang sering terjadi. baik yang terjadi diluar tubuh atau bahkan pendarahan yang terjadi didalam seperti luka memar dan luka pada organ pencernaan sehingga menyebabkan feses berwarna hitam (melena). Defisiensi vitamin K dapat dicegah dan diobati dengan mencukupi kadar vitamin K yang dibutuhkan oleh tubuh serta apabila mengkonsumsi obat anti koagulan dapat menggunakan dosis yang kecil.

Pada defisiensi vitamin B kompleks dapat disebabkan oleh banyak faktor sesuai dengan jenisnya. Karena fungsi dari masing masing jenisnya berbeda serta akibat dari defisiensi yang terjadi berbeda. Sedangkan pada defisiensi vitamin C atau bisa disebut dengan scurvy biasa nya disebabkan oleh asupan asam askorbat atau vitamin C yang kurang pada tubuh resiko akan bertambah pada usia senja, anoreksia serta konsumsi alkohol dan obat terlarang. Tanda defisiensi vitamin C dapat dilihat dari kulit yang menjadi kasar. Kelainan bentuk kuku, kulit kering dan banyak tanda lainnya. Untuk mencapai kadar vitamin C dapat diperoleh dari buah buahan serta suplemen vitamin C.

Defisiensi vitamin adalah masalah serius yang terjadi pada tubuh, penyebab defisiensi vitamin beragam dan faktor resiko penyakit yang ditimbulkan juga beragam. Oleh karena itu sudah sebaiknya kita perhatikan kadar nutrisi vitamin yang kita konsumsi agar tidak terjadi defisiensi vitamin. Konsumsi sayur, buah dan makanan yang mengandung vitamin sangatlah penting untuk menjaga kadar vitamin dalam tubuh.

Daftar Pustaka

Murray R K, et al. Harper’s Biochemistry 25th ed. Appleton & Lange. America 2000

Urutan 6, JIKK, Vol. 7 No. 3 Hariz_fix.doc (ejurnalmalahayati.ac.id)

WHO South-East Asia | World Health Organization

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online