Kenali Penyakit: Cutaneous Larva Migrans

            Cutaneous larva migrans (CLM) merupakan penyakit peradangan yang terjadi pada kulit dengan bentuk linear atau berkelok-kelok, menonjol dan progresif, dikarenakan adanya invasi larva cacing tambang yang berasal dari anjing dan kucing. Timbulnya erupsi kulit berupa garis papula kemerahan menandakan adanya larva cacing menyebar di bawah kulit manusia.

Cutaneous larva migrans dikenal dengan Hookworm-related cutaneous larva migrans (HrCLM). Awalnya penyakit ini hanya ditemukan pada daerah-daerah tropikal dan subtropikal yang beriklim hangat. Faktor terjadinya penyakit ini disebabkan oleh larva cacing tambang dari kucing dan anjing (Ancylostoma braziliense, Ancylostoma caninum, dan Ancylostoma ceylanicum). Namun bisa juga disebabkan larva Uncinaria stenocephala dan Bunostomum phlebotomum. HrCLM dapat terjadi karena adanya sentuhan langsung antara kulit dengan tanah yang terkontaminasi, dengan kaki, bokong, dan paha menjadi area yang paling sering terkena.

Gejala awal biasanya dirasakan gatal dan panas di tempat larva melakukan penetrasi. Rasa gatal  akan semakin terasa pada malam hari lalu akan disertai timbulnya papul, kemudian diikuti bentuk yang khas, berupa lesi berbentuk linear atau berkelok-kelok, menimbul dengan diameter 2- 3 mm dan yang berwarna kemerahan. Adanya lesi papul yang eritematosa ini menandakan bahwa larva cacing telah berada di kulit selama beberapa jam atau hari. Dan kemudian, lesi papul merah ini menjalar seperti benang berkelok-kelok.

Lesi tidak hanya berada di tempat penetrasi dikarenakan larva cacing dapat bergerak bebas didalam epidermis kulit sepanjang. Biasanya, lesi bertambah beberapa milimeter hingga sentimeter  dengan lebar kurang lebih 3 milimeter perhari. Pada kasus penyakit kulit HrCLM, dapat ditemui lesi multipel, tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

HrCLM ditemukan pada bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan tanah atau pasir. Lokasi timbulnya biasanya di tungkai, plantar, tangan, anus, bokong, dan paha. Tempat lain yang bisa terkena meliputi dada, siku, dan wajah.

Pengobatan HrCLM pertama kali menggunakan Ivermektin dan albendazol oral.  Yang dapat kita lakukan untuk mencegah terinfeksi penyakit HrCLM, adalah dengan:

  1. Menghindari kontak tubuh langsung dengan tanah
  2. Pastikan pakaian atau handuk tidak terkontaminasi dengan tanah
  3. Melakukan perawatan dan kebersihan hewan peliharaan
  4. Menutup lubang dengan pasir dan plastic dan mencegah hewan defekasi dilubang tersebut
  5. Selalu menggunakan sendal dan menjaga kebersihan

HrCLM merupakan golongan self- limiting disease. Karena setelah beberapa minggu atau bulan larva cacing akan mati di epidermis kulit manusia. Hal ini dikarenakan larva tidak dapat menyelesaikan siklus hidupnya pada manusia. Lesi atau luka yang tidak diobati akan sembuh dalam kisaran 4-8 minggu, tetapi pengobatan farmakologi dapat memperpendek perjalanan penyakit.

Daftar Pustaka

Aisah S. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi ke-6. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2010.

Bava J, Gonzales LG, Seley CM, Lopez GM, Troncoso A. A case report of cutaneous larva          migrans. Asian Pasific Journal of Tropical Biomedicine. 2011; 1(1);81-2.

Eckert J. Larva migrans externa or cutaneous larva migrans. Dalam: Bienz KA, editor. Medical             microbiology. New York: Thieme Medical Publisher; 2005.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online