Kenali Penyakit: Covid-19

COVID-19 ialah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh severe  acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 dapat mengakibatkan gangguan sistem pernapasan. Gejala klinis dapat berupa gejala yang ringan seperti flu, hingga gangguan berat berupa infeksi paru-paru, seperti paru – paru basah. SARS-CoV-2 dikenal juga sebagai virus Corona. Virus tersebut dapat menginfeksi semua usia, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

COVID-19 dikenal pertama kali pada bulan Desember 2019 tepatnya pada tanggal 29 Desember 2019, dengan ditemukannya lima kasus pertama pasien pneumonia di Kota Wuhan Provinsi Hubei, China. Lima orang tersebut menderita gejala penumpukan cairan di alveoli dan satu diantara mereka dinyatakan meninggal dunia karena tidak tertolong lagi pada saat itu. Berdasarkan pengumpulan data dari pasien terpapar COVID-19 sekitar 66% penderita pernah datang ke pasar ikan atau pasar makanan laut (Wet Market) Huanan di kota Wuhan.

COVID-19 menyerang saluran pernapasan pada manusia khususnya pada sel yang melapisi alveoli. COVID-19 memiliki glikoprotein pada protein S. Agar bisa menginfeksi manusia, protein S virus akan berikatan dengan reseptor ACE2 yang terletak pada plasma membrane sel tubuh manusia. Di dalam sel, virus ini akan menduplikasi materi genetik, protein yang dibutuhkan dan membentuk virion baru di permukaan sel. SARS-CoV setelah masuk ke dalam sel , virus ini akan mengeluarkan genom RNA ke dalam sitoplasma dan golgi sel kemudian akan ditranslasikan membentuk dua lipoprotein dan protein struktural untuk dapat bereplikasi. Respon imun tubuh akan menentukan tingkat keparahan infeksi COVID-19. Perubahan dalam sel inang  dan kemampuan virus  dalam mengalahkan respon imun menjadi faktor keparahan infeksi virus. Sistem imun  yang tidak kuat dalam melawan infeksi juga menentukan tingkat keparahan, di sisi lain respon imun yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Virus ini dapat menghindar dari sistem imun dengan cara menginduksi vesikel membran ganda yang tidak mempunyai pattern recognition receptors (PRRs) dan dapat bereplikasi di dalam vesikel tersebut sehingga tidak dapat dikenali oleh sel imun.

Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum terjadi adalah batuk kering, demam dan rasa lelah. Gejala yang lebih jarang terjadi namun mungkin terjadi seperti rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, sakit kepala, konjungtivitis, sakit tenggorokan, diare, kehilangan indera rasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna jari tangan atau kaki. Gejala-gejala yang dialami pada pasien biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang dapat terinfeksi tetapi hanya memiliki gejala ringan. Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi COVID-19 berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 5 orang yang terinfeksi COVID-19 menderita sakit parah dan kesulitan bernapas. Orang-orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan tekanan darah tinggi, gangguan jantung dan paru-paru, diabetes, atau kanker memiliki kemungkinan lebih besar mengalami sakit yang lebih berat. Namun, siapa pun dapat terinfeksi COVID-19 dan mengalami sakit yang serius. Orang dari segala usia yang mengalami demam dan/atau batuk disertai dengan kesulitan bernapas/sesak napas, nyeri/tekanan dada, atau kehilangan kemampuan berbicara atau bergerak harus segera mencari pertolongan medis. Jika memungkinkan, disarankan untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan atau fasilitas kesehatan terlebih dahulu, sehingga pasien dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan yang tepat. Rata-rata gejala akan muncul 5–6 hari setelah seseorang pertama kali terinfeksi virus ini, tetapi bisa juga 14 hari setelah terinfeksi.

Untuk diagnosis  COVID-19, akan ditanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat perjalanan pasien, dan apakah sebelumnya pasien ada kontak dekat dengan orang yang diduga terinfeksi COVID-19. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan berikut: Rapid test, untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Rapid test antigen, untuk mendeteksi antigen yaitu protein yang ada di bagian terluar virus. Tes PCR  (polymerase chain reaction) atau swab test, untuk mendeteksi virus Corona di dalam dahak. CT scan atau Rontgen dada, untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru. Tes darah lengkap, untuk memeriksa kadar sel darah putih dan C-reactive protein. Analisis gas darah, untuk memeriksa kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam darah. Perlu diketahui, rapid test pada COVID-19 hanya digunakan sebagai tes skrining atau pemeriksaan awal, bukan untuk memastikan diagnosis COVID-19. Hasil rapid test positif belum tentu menandakan Anda terkena COVID-19. Anda bisa saja mendapatkan hasil positif bila pernah terinfeksi virus lain atau coronavirus jenis lain.

Sampai saat ini, belum ada obat yang secara pasti dapat mengatasi penyakit COVID-19. Jika Anda di diagnosis COVID-19 tetapi tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan, Anda bisa melakukan perawatan atau isolasi mandiri di rumah. Jika Anda didiagnosis COVID-19 dan mengalami gejala berat, dokter akan merujuk Anda untuk menjalani perawatan dan karantina di rumah sakit rujukan. Metode yang dapat dilakukan dokter antara lain: memberikan obat untuk mengurangi keluhan dan gejala, memasang ventilator atau alat bantu napas, memberikan infus cairan agar tetap terhidrasi, ,memberikan obat pengencer darah dan pencegah penggumpalan darah, memberikan obat-obatan imunosupresif, misalnya tocilizumab (Actemra), memberikan terapi plasma konvalesen. Beberapa jenis obat yang diteliti untuk mengatasi COVID-19 adalah remdesivir, lopinavir-ritonavir, dan favipiravir. Selain itu, obat ivermectin yang diklaim banyak pihak bisa mengobati COVID-19 hingga saat ini belum terbukti efektif dan masih terus diteliti.Di antara obat-obatan tersebut, remdesivir dinilai paling efektif dalam mengatasi COVID-19 pada beberapa pasien.

Daftar Pustaka          :

He F, Deng Y, Li W. Coronavirus disease 2019: What we know? J Med Virol. 2020 Jul;92(7):719-725. doi: 10.1002/jmv.25766. Epub 2020 Mar 28. PMID: 32170865; PMCID: PMC7228340.

Madabhavi I, Sarkar M, Kadakol N. COVID-19: a review. Monaldi Arch Chest Dis. 2020 May 14;90(2). doi: 10.4081/monaldi.2020.1298. PMID: 32498503.

Shereen MA, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: Origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. J Adv Res. 2020 Mar 16;24:91-98. doi: 10.1016/j.jare.2020.03.005. PMID: 32257431; PMCID: PMC7113610.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online