Kenali Penyakit: Batu Kandung Kemih

Tubuh manusia terdiri dari berbagai organ-organ, masing-masing memiliki fungsi dan peran yang berbeda. Salah satu organ terpenting dalam tubuh kita adalah ginjal, berfungsi menyaring darah dan membuang hasil penyaringan berupa sisa-sisa metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh melalui urine atau air kencing. Urine terlebih dahulu disimpan dalam suatu organ yaitu vesica urinaria atau yang dikenal sebagai kandung kemih, dan akan dikeluarkan seluruhnya ketika kita buang air kecil (BAK). Jika air kencing dalam kandung kemih tidak dikeluarkan atau masih ada yang tersisa, dapat membentuk endapan berupa batu. Kondisi ini dikenal sebagai batu kandung kemih.

Bladder (vesical) calculi atau batu kandung kemih adalah benda padat berupa batu yang umumnya ditemukan di kandung kemih. Kondisi ini terjadi ketika masih ada sisa urine atau air kencing dalam kandung kemih yang tersimpan terlalu lama, sehingga mineral-mineral yang terdapat dalam urine tersebut mengendap di dalam kandung kemih dan membentuk benda padat berupa batu. Penyebabnya bisa bermacam-macam, namun yang paling umum adalah pembesaran kelenjar prostat (benign prostatic hyperplasia atau BPH) dan kerusakan pada saraf kandung kemih (neurogenic bladder disorder) yang menyebabkan kandung kemih tidak bisa mengeluarkan seluruh urine yang ada di dalamnya. Kondisi lain seperti batu ginjal, peradangan kandung kemih, benda asing dalam kandung kemih seperti benang operasi yang tidak dapat diserap, terapi radiasi, dan penggunaan kateter atau selang kencing dapat menyebabkan batu kandung kemih.

Batu kandung kemih dapat terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Akan tetapi, penyakit ini lebih sering ditemukan terjadi pada pria berumur 50 tahun keatas dengan pembesaran kelenjar prostat (BPH). Batu kandung kemih dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala apapun, namun gejala mungkin timbul ketika batu yang berukuran besar menyumbat saluran kemih dan melukai dinding saluran tersebut. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri perut bagian bawah dan sekitar panggul
  • Warna urine gelap
  • Urine berdarah
  • Sering buang air kecil
  • Kesulitan saat buang air kecil

Pengobatan batu kandung kemih, khususnya yang berukuran besar, biasanya memerlukan operasi. Salah satu prosedur yang umum dilakukan adalah Cystolithopaxy, yaitu proses pengobatan menggunakan sebuah tabung tipis (cytoscope) berkamera untuk menemukan batu kandung kemih dan menghancurkannya dengan sinar laser atau gelombang suara dari alat yang sama. Operasi dilakukan apabila batu berukuran sangat besar sehingga tidak dapat dihancurkan menjadi kepingan kecil dengan proses cystolithopaxy. Kemungkinan terbentuknya kembali batu akan meningkat pada pasien yang memiliki riwayat penyakit batu kandung kemih. Oleh karena itu, baik pasien yang sudah pernah menderita penyakit batu kandung kemih maupun yang belum pernah sama sekali, penting untuk mencegah terbentuknya batu pada kandung kemih dengan cukup minum air dan buang air kecil secara teratur, tidak ditahan-tahan. Pada orang yang mengalami pembesaran kelenjar prostat sebaiknya dilakukan operasi pengangkatan untuk mencegah penghambatan urine dalam kandung kemih.

Referensi

Leslie SW, Sajjad H, Murphy PB. Bladder Stones. [Updated 2021 Aug 12]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK441944/

NHS Choices (2021). Treatment – Bladder stones. [online] Available at:
https://www.nhs.uk/conditions/bladder-stones/treatment/ [Accessed 1 Sep. 2021].

Cleveland Clinic. (2020). Bladder Stones (Calculi): Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatment. [online] Available at: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16312-bladder-stones-bladder-calculi [Accessed 1 Sep. 2021].

Mayo Clinic. (2019). Bladder stones – Symptoms and causes. [online] Available at: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bladder-stones/symptoms-causes/syc-20354339 [Accessed 1 Sep. 2021].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online