Kenali Penyakit: Artikel Edukasi Mengenai Fimosis

Fimosis adalah kondisi dimana preputium atau kulup penis tidak dapat ditarik ke atas glans penis. Fimosis bisa muncul sebagai cincin ketat di sekitar ujung penis yang mencegah retraksi penuh. Fimosis dibagi menjadi dua bentuk, yakni fimosis fisiologis dan fimosis patologis. Fimosis fisiologis normal terjadi pada bayi dan anak laki-laki yang belum disunat dan biasanya kulup dapat ditarik kembali secara alami selama periode waktu bervariasi mulai dari lahir hingga berusia 18 tahun. Fimosis fisiologis umunya tidak menimbulkan gejala klinis dan tidak memengaruhi kemampuan anak untuk berkemih. Fimosis patologis dapat terjadi karena adanya infeksi, peradangan, dan jaringan parut pada preputium penis. Fimosis patologis biasanya disebabkan oleh balanitis xerotica abliterans (BXO). BXO merupakan keadaan kulit bersisik yang identik dengan lichen sclerosis secara histologis. Pada fimosis patologis dapat muncul gejala, seperti pembengkakan, iritasi kulit, infeksi saluran kemih, perdarahan, disuria (nyeri saat buang air kecil) , dan nyeri preputium. Beberapa masalah umum yang dapat memengaruhi kulup :

  1. Smegma, sel-sel epitel deskuamasi yang terperangkap di bawah kulit khatan.
  2. Parafimosis, penyempitan oleh kulup penis yang tidak disunat dan terjadi setelah kulup yang ditarik menjadi bengkak dan membesar.
  3. Adhesi, sisa-sisa lapisan yang menyatu antara glans dan kulup penis.
  4. Balanitis atau peradangan kulup yang terjadi akibat buruknya kebersihan pada penis.

Pengobatan fimosis bergantung pada usia anak, jenis non-retraksi, keparahan fimosis, penyebab, dan morbid yang terkait. Untuk fimosis fisiologis tidak diperlukan pengobatan khusus karena merupakan hal normal dan kulup penis dapat ditarik kembali seiring waktu. Pengobatan fimosis patologis dapat dilakukan dengan memberikan steroid tropikal baik berupa gel, krim atau salep  untuk membantu melembutkan kulup yang ketat di sekitar penis sehingga kulup dapat mudah ditarik kembali. Selain itu, pengobatan untuk fimosis patologis, yaitu sunat atau memotong kulup fimosis. Sunat dapat mencegah terjadinya balanoposthitis (balanitis yang berulang) dan menurunkan kejadian infeksi saluran kemih. Sunat adalah pengobatan pilihan untuk fimosis patologis dan merupakan satu-satunya indikasi mutlak untuk prosedur ini pada anak-anak. Kebersihan preputial yang benar merupakan hal yang penting dilakukan untuk mencegah terjadi infeksi atau peradangan pada penis.

Daftar Pustaka

  1. Celis S, Reed F, Murphy F, Adams S, Gillick J, Abdelhafeez AH, Lopez PJ. Balanitis xerotica obliterans in children and adolescents: a literature review and clinical series. J Pediatr Urol. 2014 Feb;10(1):34-9.
  2. McGregor TB, Pike JG, Leonard MP. Phimosis—a diagnostic dilemma. Can J Urol. 2005;12(2):2598–602.
  3. Spilsbury K, Semmens JB, Wisniewski ZS, Holman CDAJ. Circumcision for phimosis and other medical indications in Western Australian boys. Medical Journal of Australia. 2003;178(4):155–158.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online