Kenali Penyakit: Alergi Makanan

  1. Definisi

Alergi makanan dapat didefinisikan dengan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh ketidaksesuaian reaksi imun setelah menelan makanan yang umumnya aman dan bergizi. Alergi makanan dapat terjadi di berbagai kalangan usia, yang umumnya lebih banyak dihadapi oleh anak dibandingan dengan orang dewasa. Bentuk alergi makanan yang sering terjadi yaitu melalui proses yang diperantarai oleh Immunoglobulin E (IgE). Reaksi alergi terhadap makanan ini biasanya timbul dimulai 24-72 jam sesudah makanan dikonsumsi.

  • Alergen Makanan

Makanan yang menjadi sumber alergi yang paling umum adalah kacang-kacangan (kacang tanah, almond, walnut, mete, dll), kedelai, susu ,sapi, ikan, udang, kepiting, lobster, kerang, tiram, cumi-cumi dan gandum. Pada bayi dan anak kecil, telur dan susu sapi menjadi penyebab yang umum dari alergi makanan karena biasaya menjadi sumber makanan di umur mereka pada umumnya. Selain susu sapi dan telur, kacang juga memiliki kemungkinan sebagai sumber alergen yang berbentuk selai kacang.

Pada kebanyakan produk makanan, mereka memiliki beberapa peluang untuk menyebabkan alergi makanan. Setiap makanan yang didalamnya terkandung protein memiliki peluang untuk menimbulkan reaksi alergi. Meskipun sering dikonsumsi dan tinggi kandungan protein, mengkonsumsi daging sapi, babi, dan ayam jarang menimbulkan alergi.

  • Gejala dan Tanda

Paling sering, tanda dan gejala alergi termasuk berikut, sendiri atau dalam kombinasi:

  1. Reaksi kulit, seperti gagal-gagal, kemerahan, dan bengkak
  2. Gatal atau kesemutan di dalam atau di sekitar mulut dan tenggorokan
  3. Masalah pencernaan, contohnya diare, kram perut, mual dan muntah
  4. Mengencangkan tenggorokan
  5. Sesak napas
  6. Hidung meler

Dalam kasus yang jarang terjadi, reaksi yang lebih parah bisa mengakibatkan masuk ke instalasi gawat darurat di rumah sakit dan reaksi dapat berakibat fatal. Tanda dan gejala yang yang lebih parah termasuk kombinasi dari gejala yang disebutkan sebelumnya, ditambah dengan gejala:

  1. Penyempitan saluran udara
  2. Pembengkakan tenggorokan yang membuat sulit bernafas
  3. Penurunan tekanan darah yang drastis
  4. Denyut nadi cepat
  5. Pusing atau hilang kesadaran
  • Diagnosis

Alergi makanan dapat didiagnosis dengan gabungan dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Kita dapat mencari tahu riwayat reaksi alergi yang muncul oleh makanan tertentu dengan anamnesis. Kita dapat mencari dan menemukan gejala alergi yang menimbulkan abnormalitas reaksi imun dengan pemeriksaan fisik. Skin Prick Test (SPT), Serum Total IgE, Atopy Patch Test (APT), dan Oral Food Challenges dilakukan sebagai pemeriksaan penunjang pada pasien.

  • Pencegahan

Manajemen utama alergi adalah dengan menghindari makanan pencetus alergi. Hindari pantang makanan yang berlebihan tanpa dasar atau bukti yang kuat, karena akan mengganggu tumbuh kembang anak.

Daftar Pustaka

Imunoterapi, P., Tatalaksana, P., Makanan Hendra, A., Sintang, P. and Barat, K. (2020). The Role Of Immunotherapy In Food Allergy. Jurnal Kedokteran Raflesia, [online] 6(2), pp.2622–8344. Tersedia di: https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jukeraflesia/article/download/13217/7186 [Diakses 1 September 2021].

Kam, A. and Raveinal, R. (2018). Imunopatogenesis dan Implikasi Klinis Alergi Makanan pada Dewasa. Jurnal Kesehatan Andalas, [online] 7, p.144. Tersedia di: http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/download/842/697.

Lozano-Ojalvo, D., Benedé, S. and van Bilsen, J. (2021). Food Allergy: Etiology, Allergens, and Analytical Strategies. www.sciencedirect.com, [online] pp.175–196. Tersedia di: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B978008100596522845X [Diakses 1 September 2021].

Mills, E.N.C. (2016). Allergies: Public Health. Encyclopedia of Food and Health, pp.115–121.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online