Kenali Penyakit: Aktinomikosis

Aktinomikosis merupakan penyakit infeksi kronis yang jarang ditemukan (perbandingan kasus terjadi 1:300.000) dan bersifat indolen/perkembangan penyakit terjadi secara perlahan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri anaerob Gram positif Actinomyces sp.,tipe yang paling umum ditemukan adalah Actinomyces israelii. A. israelii pada dasarnya merupakan flora normal yang berada pada rongga mulut, tetapi bakteri ini termasuk ke golongan jamur karena penyakit yang ditimbulkannya mirip dengan beberapa penyakit jamur yang ada. Oleh karena itu, aktinomikosis tergolong dalam mikosis profunda, yaitu penyakit yang disebabkan oleh jamur dan mengenai organ-organ dalam manusia. Dalam penegakaan diagnosisnya, penyakit ini sering kali mengalami kesalahan diagnosis dengan penyakit lain, seperti tumor, tuberkulosis, dan infeksi jamur, hal ini karena adanya kemiripan kondisi aktinomikosis dengan penyakit-penyakit tersebut.

Aktinomikosis berdasarkan distribusi lokasinya menginfeksi di tubuh dibagi menjadi servikofasial (ditemukan sekitar 50% kasus), dilanjutkan dengan abdominopelvis, toraks, dan organ lain. Aktinomikosis sering kali ditandai dengan adanya pembengkakan jaringan lunak yang kronis, adanya pertumbuhan massa yang nantinya mengarah pada adanya pembentukan sinus-sinus di dalam jaringan, dan Aktinomikosis sering ditemukan pada daerah orofaring, saluran pencernaan, dan saluran genetourinaria (saluran reproduksi dan kemih). Pada daerah-daerah tersebut, bakteri Actinomyces sp. dapat membentuk koloni yang disebut juga mikrobiota. Koloni ini dapat terbentuk akibat adanya membran mukosa yang mengalami kerusakan dan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh. Kerusakan membran mukosa menyebabkan terjadinya lesi berupa jaringan yang mengeras dan bernanah, serta terbentuk jaringan parut (bekas luka) pada jaringan. Peristiwa ini akan menyebar ke jaringan sekitar secara perlahan-lahan dan bisa pula berupa sinusitis yang mengeluarkan nanah dan menembus jaringan. Saat dilakukan pengamatan untuk menegakkan diagnosis, dapat ditemukan organisme yang tumbuh secara gerombolan pada jaringan yang terinfeksi tersebut. Gerombolan ini dikenal sebagai granula sulfur.

Untuk pemeriksaan diagnosis aktinomikosis, disarankan dilakukan diagnosis definitif dengan pemeriksaan histopatologi. Hal ini karena penegakan diagnosis akan sulit dilakukan jika mengandalkan tanda-tanda bahaya yang ada. Oleh karena itu, dilakukan pemeriksaan histopatologi dengan menggunakan pewarnaan hematoksilineosin untuk mendeteksi ada tidaknya granul sulfur. Pemeriksaan lainnya dapat juga dilakukan pewarnaan gram dengan hasil terlihat bahwa pewarnaan basil tahan asam tidak memberikan warna pada bakteri gram positif.

Untuk proses pengobatan aktinomikosis, dapat diberikan antibiotik yang diminum dengan jangka panjang, biasanya penisilin penisilin-G dengan dosis tinggi selama 4–6 minggu, disertai dengan amoksisilin oral yang dikonsumsi selama 6–12 bulan. Dapat pula diberikan pengobatan jenis antibiotik lain, seperti amoksisilinasam klavulanat, imipenem, seftriakson, eritromisin, doksisiklin, dan klindamisin. Metronidazol dan kotrimoksazol pada dasarnya tidak efektif membunuh bakteri Actinomyces sp.¸ akan tetapi antibiotik tetap dapat diberikan kepada penderita untuk menekan laju pertumbuhan mikroba anaerob lain yang dapat menyebabkan infeksi tambahan pada aktinomikosis. Meskipun aktinomikosis dapat diminimalisir dengan obat, masih diperlukan tindakan operasi untuk mengangkat lesi infeksi tersebut.

Daftar Pustaka

Aini, R. I., Ratunanda, S. S., Wijana, W., Permana, A. D., & Mahdiani, S. (2017). Aktinomikosis di Tonsil Lingualis dan Supraglotis Sebagai Manifestasi Klinis Pertama Pada Pasien Imunokompromais. Oto Rhino Laryngologica Indonesiana, 47(1), 81. https://doi.org/10.32637/orli.v47i1.199

Wong, V. K., Turmezei, T. D., & Weston, V. C. (2011). Actinomycosis. BMJ (Clinical research ed.)343, d6099. https://doi.org/10.1136/bmj.d6099

Harrison’s Principles of Internal Medicine. New York :McGraw-Hill, Health Professions Division, 1998.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online