Apakah Penyintas Covid-19 Perlu Divaksin?

Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen (zat yang dapat merangsang system imunitas tubuh untuk menghasilkan antibodi sebagai bentuk perlawanan) yang diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.

Para penyintas Covid-19 tetap mempunyai resiko infeksi ulang meskipun tubuh telah mengenali virus SARS-CoV-2 dan memproduksi antibodi untuk menyerang virus tersebut. Beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia telah melaporkan adanya kasus infeksi ulang atau reinfeksi oleh jenis virus penyebab COVID-19 yang sama atau dengan jenis virus yang berbeda, walaupun jumlahnya tidak banyak.

Pada tanggal 5 Februari 2021 telah dipublikasikan penelitian terbaru yang dilakukan oleh J. M. Dan et al pada 188 orang dengan COVID-19 dan dinyatakan bahwa memori imunologis dalam tubuh penyintas COVID-19 dapat terdeteksi hingga 6-8 bulan setelah infeksi, 95% dari subjek penelitian memiliki memori imunologis sampai 6 bulan setelah infeksi. Namun, penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa jumlah memori imunologis mulai menurun pada bulan ke 3-5 setelah infeksi. Atas dasar inilah, para penyintas COVID-19 tetap perlu menerima vaksin .

Pemerintah secara resmi mengizinkan pemberian vaksin COVID-19 bagi kelompok sasaran lansia, komorbid, dan penyintas COVID-19 yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 yang dikeluarkan tanggal 11 Februari 2021 oleh Direktorat Jendreral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Pemberian vaksin ini tentunya harus sesuai dengan petunjuk pelaksanaan vaksin COVID-19 yang telah dikeluarkan pemerintah. Sebelum penyuntikan vaksin petugas kesehatan di lokasi vaksinasi akan melakukan skrinning terlebih dahulu. Persyaratan utama untuk para penyintas COVID-19 yang akan disuntik vaksin adalah sudah dinyatakan sembuh oleh dokter minimal 3 bulan terakhir.

Persyaratan lainnya sama dengan persyaratan penerima vaksin yang tidak pernah positif COVID-19, yaitu sebagai berikut:

  1. Suhu tubuh dibawah 37,5 C
  2. Tekanan darah normal atau dibawah 180/110 mmHg
  3. Tidak pernah kontak dengan orang yang sedang dalam pemeriksaan/ terkonfirmasi/ sedang dalam perawatan karena penyakit COVID-19 dalam waktu 14 hari terakhir. Bila ada kontak, maka tidak boleh mengalami gejala demam, batuk, pilek dan sesak napas dalam 7 hari terakhir.
  4. Tidak sedang hamil
  5. Tidak menerima vaksin apapun dalam satu bulan terakhir
  6. Tidak sedang menjalani pengobatan tertentu (pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, penerima produk darah/transfuse serta pengobatan penekan system imun seperti kortikosteroid dan kemoterapi)
  7. Calon penerima vaksin yang memiliki penyakit penyerta seperti asma, penyakit paru, Diabetes Melitus/kencing manis, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit autoimun, epilepsi, HIV, atau penyakit hati/liver dapat menerima vaksin bila penyakit tersebut terkontrol dan tidak dalam keadaan akut.
  8. Syarat vaksin COVID -19 bagi penerima vaksin yang sudah tergolong lansia (>60 tahun) umumnya sama, tetap ada beberapa hal yang perlu di tanyakan
    1. Apa sering mengalami kelelahan?
    1. Apa mengalami kesulitan saat naik 10 anak tangga?
    1. Mengalami kesulitan berjalan, kira2 100-200 meter
    1. Adanya penurunan badan yang signifikan dalam satu tahun terakhir.
    1. Memiliki paling sedikit 3-5 dari 11 penyakit, misalnya nyeri dada, nyeri sendi,gagal jantung kongestif, stroke, diabetes, kanker, paru kronis, serangan jantung, , penyakit ginjal, hipertensi, asma.
See also  Efikasi dan Efektivitas Vaksin, Apa Perbedaannya ?

DAFTAR PUSTAKA

Iskandar, Haris, dkk. 2021. Buku 2 Pengendalian COVID-19 dengan 3M, 3T, Vaksinasi, Disiplin, Kompak, dan Konsisten. Jakarta: Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Weny, Kinanti Citra. 2021. Vaksin Untuk Penyintas COVID-19, Perlu atau Tidak?. Tim Administrator Situs Kawal COVID19.id