Makanan Ini Terlihat Sehat Namun Ternyata Tidak

Oleh dr. Andy Andrean

Direview oleh : dr.Rachmat Hidayat,M.Sc & dr.Patricia Wulandari, Sp.KJ

Kepraktisan untuk memperoleh makanan bergizi telah menjadi pilihan banyak orang. Banyak produk makanan atau minuman olahan dipilih karena terlihat praktis dan mudah diperoleh. Beberapa produk menampilkan hanya kandungan yang baik saja pada kemasan maupun iklan. Namun pernahkah anda membandingkan baik dan buruknya bagi kesehatan Anda? berikut ini adalah makanan yang dianggap sehat namun ternyata memberikan efek buruk bagi tubuh anda jika rutin dikonsumsi.

Jus buah olahan

Nampaknya anda harus mulai melihat kandungan gizi dan bahan yang digunakan pada kotak kemasan minuman anda. Banyak minuman jus olahan menambahkan gula dan pengawet pada produknya. Hal ini tentunya akan semakin  menambah asupan gula dalam menu diet kita. Asupan gula yang berlebih dan berlangsung jangka lama akan membebani kinerja organ pankreas Anda sehingga meningkatkan  resiko penyakit diabetes mellitus tipe 2 atau istilah awamnya penyakit kencing manis. Ada baiknya kita memakan buah segar secara langsung karena lebih banyak manfaat diperoleh  yakni serat, vitamin, dan mineral jika dibandingkan dengan minuman jus olahan. Jika anda memilih dalam bentuk jus buah, tidak disarankan  untuk memberi tambahan gula.

Mayonaise

Banyak orang menambahkan  mayonaise dalam menu salad sayuran/buah mereka.  Namun apakah anda mengetahui bahan penyusun mayonaise? Mayonaise terbuat dari minyak nabati, telur, jus lemon atau cuka, garam dan mustard. Setiap 100 gram mayonaise mengandung 12 gram lemak jenuh. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL yang meningkatkan risiko  penyakit jantung  koroner  dan stroke. Oleh karena itu, sebaiknya anda mengganti tambahan mayonaise dalam salad anda dengan pilihan yang lebih sehat, misalnya yogurt yang  memiliki kandungan lemak jenuh  hanya 0.1 gram per 100 gram yogurt.

Nugget dan Sosis Siap Saji

Makanan olahan daging memang sangat praktis untuk dikonsumsi. Namun ternyata dibalik kepraktisan tersebut terdapat kandungan tepung dan garam atau sodium yang tinggi jika dibandingkan dengan daging segar. Anda dapat melihat jumlah garam suatu produk olahan pada tabel nutrisi pada kemasanya. Asupan garam yang direkomendasikan oleh Food and Drug Administration Amerika adalah maksimal 2000 miligram dalam sehari. Tentunya  asupan garam yang tinggi dapat membebani fungsi ginjal dan meningkatkan risiko penyakit hipertensi jika dikonsumsi terus menerus. Jika dibandingkan dengan nugget atau sosis, zat gizi dalam daging segar yang dimasak akan lebih baik efeknya terhadap tubuh kita selama dikonsumsi secara proporsional dan berimbang. Dalam 100 gram daging ayam segar banyak manfaat yg  kita peroleh jika dibandingkan makanan  olahan yakni  18.2 gram protein, 25 gram lemak, kalsium 14 miligram, besi 1.5 miligram, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Keripik buah

Buah-buahan  dapat diolah menjadi kripik sehingga praktis dikonsumsi. Namun dalam proses pengolahannya buah akan digoreng sampai menghasilkan tekstur yang renyah. Hal tersebut justru merusak kandungan gizi yang baik dalam buah itu sendiri. Mengonsumsi keripik buah dapat menambah asupan kalori dan lemak tanpa memperoleh serat, vitamin, dan mineral dalam buah tersebut.

Mencermati fakta-fakta diatas ternyata konsumsi produk olahan secara berlebihan lebih banyak menimbulkan kerugian dibandingkan makanan segar. Tentunya hal ini dapat menjadi pertimbangan Anda  dalam memilih makanan untuk asupan gizi harian keluarga dan diri Anda. Marilah kita mulai mencermati kandung gizi makanan kita, karena apa yang kita makan akan mempengaruhi kesehatan kita.